Alasan kenapa pecinta mobil dan motor tua itu jempolan part 4,5,6

4. Kamu yang Menggemari Kendaraan Tua Cenderung Pemberani dan Percaya Diri

Yup, pilihanmu pada mobil atau motor tua sah membuktikan bahwa karaktermu adalah pemberani. Kamu paham bahwa dibalik pilihan yang kamu ambil sudah ada sekian kesulitan-kesulitan yang menantimu. Kendaraan sering mogok, susah carispare part, perawatannya ribet; banyak hal yang sebenarnya membuatmu takut atau malas memilih kendaraan tua sebagai tunggangan.
“Aku suka soalnya unik. Bisa tampil beda dan melestarikan motor tua. Hehehe.”
Antonius Vandi Saputro, rider Honda s90z keluaran 1971
Namun, kamu tetap yakin pada pilihanmu; bahwa kesulitan hanya harus diatasi dan tak perlu ditakuti. Dengan pilihanmu, kamu pun terbilang punya rasa percaya diri yang tinggi. Banyak orang yang akhirnya mengurungkan niat menggunakan mobil atau motor tua lantaran merasa tak punya skill atau kemampuan di bidang otomotif. Selain itu, menghadapi komentar orang atas pilihanmu juga tak kalah menuntut kepercayaan diri yang tinggi, ‘kan?


5. Pecinta Kendaraan Tua Adalah Pribadi yang Ramah dan Mudah Bergaul



“Motornya tahun berapa, Mas? Ini jenis apa, ya? Dijual nggak? Berapaan, Mas?”
Nah, gimana nggak gampang akrab jika harus sering-sering meladeni pertanyaan-pertanyaan seperti di atas? Bagaimanapun, dia tak akan merasa enggan untuk menjawab pertanyaan mereka yang tampak tertarik pada kendaraan tuanya. Bermula dari pertanyaan-pertanyaan singkat itu pulalah, obrolan akan berlanjut. Jadi, tak heran jika penyuka mobil atau motor tua memang terkesan mudah bergaul atau punya banyak teman.

6. Dia Pun Terbiasa Mandiri dan Tak Malas Belajar Hal-Hal Baru Seputar Kesukaanya



Mogok mungkin sudah jadi langganan mobil tuanya. Dia pun sudah terbiasa menerapkan jurus-jurus andalan untuk mengatasinya sendiri. Pasalnya, tak sembarang bengkel yang ditemui di jalan bisa mengatasi perkara mobil tuanya. Saat bisa mandiri mengatasi perkara mobilnya, bukan tak mungkin dia pun mandiri dalam kehidupan sehari-hari, ‘kan?
Selain itu, situasi dan kondisi juga menututnya untuk tak malas-malas belajar. Setidaknya, dia paham bahwa mobil tuanya tak akan kuat jika dipaksa menempuh perjalanan jauh. Saat mesin mobilnya sudah mulai panas atau tiba-tiba berasap, dia pun tahu apa yang harus segera dilakukan. Berbagai pengetahuan didapatnya dari pengalaman, browsing, membaca, atau berbagi cerita dengan sesama penyuka mobil tua.


Alasan kenapa pecinta mobil dan motor tua itu jempolan part 1,2,3

Alasan Kenapa Pecinta Mobil Dan Motor Tua Itu Jempolan

Apa sih yang terlintas di kepalamu saat berpapasan dengan mobil atau motor tua di jalan? Mungkin, kamu akan menganggapnya kuno, atau malah menyukainya?
Honda CB, Vespa, Mobil VW, Jeep, Fiat; beberapa merek atau jenis mobil dan motor tua yang masih banyak diminati hingga sekarang. Tak sekadar soal kendaraan tua yang unik, para pengendaranya pun tak kalah menarik untuk diulas. Apa saja sih kisah dibalik para penggemar mobil dan motor tua ini? Apakah memang mereka layak untuk diberi predikat setia, pemberani, dan jempolan?
Langsung simak, yuk!

1. Penyuka Mobil dan Motor Tua Adalah Mereka yang Bisa Memantapkan Pilihan

Dari sekian pilihan mobil dan motor yang ada, mereka sengaja memilih yang tak biasa. Yup, penggemar kendaraan tua memang punya cita rasa yang berbeda dari kebanyakan orang. Kadang, mereka cenderung terkesan idealis atau sering dianggap fanatik. Mereka mantap memilih salah satu jenis atau merek kendaraan yang jadi kesayangan. Yang pasti, mereka tak pernah asal memilih. Mereka paham betul segala akibat dan konsekuensi dari pilihan yang diambil, seperti misalnya;
Cewek: “Kalau kamu masih pakai Vespa-mu yang sering mogok itu, kita putus aja!”
Cowok: “Maaf ya, Sayang. Aku lebih cinta Vespa-ku.”
Cewek: “KZL!!!” (Langsung ngeloyor pergi gara-gara kalah cakep sama Vespa) wakakakakaka
 2. Kesukaan Pada Kendaraan Tua Jadi Caramu Merayakan Kesederhanaan
Kamu mungkin sempat merasa terpaksa saat harus menggunakan mobil tua. Alasannya, mobil itu adalah warisan dari ayah atau mungkin kakakmu. Lantaran masih enggan membelikan mobil baru, orang tua pun hanya menyediakan motor dan mobil itu di rumah. Pikirmu, daripada harus kehujanan naik motor, lebih baik mengendarai mobil, ‘kan?
Namun, rasa terpaksa itulah yang kemudian membuatmu mengerti; bahwa tak harus membeli sesuatu yang baru selama yang lama pun masih bisa digunakan. Meskipun sebagian teman-teman akan menganggap mobilmu terlalu kuno atau jadul (jaman dulu), kamu pun tak terlalu peduli. Setidaknya, mobil tua mengingatkanmu untuk tak lupa bersyukur. Lama-lama bergaul dengan mobil tuamu, tak heran jika kamu mulai menyukainya. Cie…Cie…Mulai naksir mobil tuanya…Hehehe

3. Mereka Tak Mau Terlalu Peduli dengan Anggapan Orang: “Woles Aja, Broh!”

Sudah jadi hal biasa jika mereka mendapat pandangan sinis dari pengendara lain saat berhenti di lampu merah. Dianggap sumber polusi atau penyebab kemacetan karena lajunya memang tak segesit kendaraan keluaran baru. Bahkan, tak jarang mereka mendapat tanggapan sinis seperti;
“Eh, emang masih tren ya pakai motor tua? Janji Joni sama Tarix Jabrix udah lewat, Sob!”
Terbiasa mendapati pandangan sinis atau komentar negatif dari orang lain membuatmu kebal. Kamu tak mau peduli atau memilih mengabaikan mereka. Sekeras apapun mereka berkomentar, toh kamu tetap mantap pada pilihanmu dan menikmati hari-hari bersama motor tuamu.
sambung kehalaman berikutnya ya gaess biar kagak kepanjangan hahahaha cekidot dah..... 

kisah mistis edisi motor tua keluaran eropa taun 40 an


Cerita Mistis Penggemar Motor Tua



"Disiram Kopi Dulu Baru Mau Hidup"

assalamualaikum gaes2 sekalian kembali ane mau cerita tentang motor klasik nie ,Cerita berbau misteri kali ini dirangkum dari pengalaman sejumlah anggota penggila motor tua, yang bernaung di kelompok Old Motorcycle Asosiation (OMA). Ahmad Bengar Harahap, ketua OMA menceritakannya kepada wartawan Sumut Pos, Kamis (3/6) kemarin.
“Kalau cerita kisah-kisah dan pengalaman para biker antik, saya rasa akan banyak sekali kisah unik, menggelitik hingga mistik. Ya, terserah percaya atau tak percaya tapi nyatanya ini banyak kami alami,” kata Ahmad.

Satu-persatu kisah mulai dibeberkannya. Pertama, kisah seorang anggota yang memiliki sebuah motor tua keluaran Rusia tahun 40-an. Pertemuan motor tua itu saja sudah cukup mengandung mistik. Bagaimana tidak, si anggota yang merupakan orang Semarang, suatu malam bermimpi. Dalam mimpinya dia harus pergi ke sebuah tempat. Nah, di sebuah tempat di pedalaman Semarang itu dia akhirnya bertemu dengan motor tua buatan Rusia itu. Namun, sebelum berhasil menemukannya, si anggota ini harus puasa mutih dulu beberapa lama.

“Dan percaya atau tidak, sepeda motor tua miliknya itu pernah ditawar mantan Kapolda sumut Nanan Sukarna seharga Rp20 juta. Tapi karena proses pertemuan yang begitu sakral, akhirnya ditolak. Jadi dia gak lepas itu motor, padahal yang mau beli saat itu Kapolda sumut,” kenang Ahmad yang akrab disapa Abeng itu.

Itu baru satu kisah. Kisah lain kata dia, belum lama ini anggota OMA melakukan perburuan motor tua ke daerah Lau Bakeri. Di sana, ada sebuah motor tua buatan Rusia, yang lama tak dimiliki dan tak pernah digunakan sejak tahun 60-an. Namun, ketika hendak membawa motor itu keluar dari dalam gudang penyimpanannya namun tak bisa.

“Waktu itu kami sampai 10 orang kalau tidak salah, mencoba mengeluarkan motor itu keluar gudang. Tapi tak bisa-bisa. Padahal harusnya didorong seorang saja itu bisa kalau ditilik dengan akal sehat. Tapi nyatanya ini tidak bisa. Kami pun bingung,” lanjut Ahmad.

Apa yang dilakukan selanjutnya sungguh tidak masuk akal. “Jadi, kami inisiatif saja untuk mencoba menyiramnya lebih dulu dengan kopi". Syukur,  akhirnya motor itu bisa dibawa pulang,” kata Ahmad yang juga dosen bahasa asing di Unimed itu.

Cerita punya cerita, warga setempat berkisah bahwa motor itu dulunya milik seorang Rusia yang memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri karena melihat istrinya selingkuh dengan orang lain. Bisa jadi, pemilik motor itu tak iklas saat hendak dibawa. “Percaya nggak percaya sih,” cetusnya.
Karenanya sambung dia, banyak alasan yang membuat biker motor tua tak sudi menjual motor tuanya meski dengan materi berapa pun. Sebab, bicara hobi bagi mereka jauh dari taksiran uang. “Ini masalah hobi, makanya akan sulit jika kepuasan kami diukur dengan uang,

wih serem ya gaes ceritanya bikin mrinding tapi ada juga yang unik hufft capek ya ngetik nya kita sambung besok lagi ya gaes sama cerita yang pasti tetep seputaran motor2 klasik
KISAH UNIK DIBALIK MOTOR KLASIK EDISI VESPA

KISAH UNIK DIBALIK MOTOR KLASIK EDISI VESPA

BANG AGUS YAYAT DAN VESPANYA


13384444081395945274


hay guys ini nie kisah unik dibalik motor klasik,kali ini ane mau cerita kisah seorang  secoterist (istilah buat seorang penggemar vespa) scoterist yang satu ini namanya Bang Agus Yayat, usia sekitar 32 tahunan, Doi seorang scooterist vespa antik, dan ikut bergabung bersama salah satu group scooterist vespa.di kelompoknya doi akrab dipanggil ” si Becek”, (hehe..... ada2 ja tu nama akrabnya)

Tadi pagi sebelum ane berangkat aktifitas, doi berhenti di depan rumah ane guys,sepontan ane samperin guys. Awalnya sih ane cuma iseng tanya2 seputar peristiwa yang saya alami dijalan berkaitan dengan pengendara motor vespa seperti doi ini,  Kalau malam anak vespa kagak pernah pake lampu ya bang sampek2 sering ngagein kendaraan didepannya??, jujur guys ane termasuk orang yang pernah hampir nabrak vespa pas tengah malem.Untung waktu itu ane masih bisa mengendalikan mobil ane.

Lalu Ada juga yang kadang aneh-aneh. Ada yang stangnya satu diatas setara pundak, satu dibawah (apa gak pegel tuu..?),  Ada juga yang dipasangin sespan (istilah tambahan samping pada vespa) penumpang disebelah kanan yang sangat membahayakan, ada juga yang panjang vespanya menjadi 4 meter, dan yang paling ane heran, anak vespa yang kendaraannya dipenuhi dengan berbagai barang rongsokan, termasuk pakai atap segala (yang unik banget tuu hehe....)

Nah dari pertanyaan2 itulah guys ane dapet sedikit cerita seputar aktifitas kaum scooteris ini. Termasuk pengalaman doi beberapa tahun ini yang sungguh membuat ane tercengang. Doi menceritakan pengalamanya mengendarai vespa ke Pematang Siantar Medan, Jakarta, Dompu, Mataram NTB, dan Bali. Bahkan menurut pengakuan si doi, doi ke Bali naik vespa “butut” nya ini sudah 3 kali. (gilee..ane aja belum pernah sekalipun ke Bali..heheh)

kata si doi, Solidaritas sesama Scooterist ini sangatlah kuat. Dia paling besar bawa duit dari rumah 700 ribu, itu bisa sampai ke mana-mana, terakhir minggu lalu dia menghadiri pernikahan kawannya yang sesama scooteris di Ciledug Tangerang dengan hanya membawa bekal 50 ribu. Asal dijalan mampir ke base-camp Scooterist sekedar makan dan bensin selalu dibantu, karena hal seperti itu berlaku dengan sistem saling bergantian, ketika mereka dalam suatu kesempatan berkunjung ke basecampnya,  mereka juga akan mendapatkan perlakuan yang sama.

trus Doi juga bercerita seputar pengalamannya menghadiri deklarasi para scooteris vespa di Ancol yang dihadiri Gubernur dan Polda. Disana dilakukan berbagai kegiatan sosial termasuk deklarasi anti narkoba. Lalu pernah juga kata doi di Bandung dilaksanakan Jambore Scooteris se Asia Tenggara, dihadiri peserta dari Brunei, Malaysia, Thailand, dan lainnya. Digelar juga berbagai aksi sosial yang melibatkan ribuan peserta.
Saat ditanya, bagaimana dengan kelakuan Gank Motor yag sering buat keributan dan tak sedikit yang mengakibatkan korban jiwa? Doi menjelaskan, bahwa Scooteris berbeda dengan Gank Motor. Scooterist ini Club Motor yang berbeda gaya dan karakternya dengan gank Motor, bahkan Scooterist ini bersama komunitas Trail, dan Moge serta beberapa group motor lainnya menjadi katalisator dan pelerai dari maraknya berbagai keributan antar gank motor.

Pernah kata si doi suatu malam kumpulan club motor diajak operasi “ngaronda” di jalan oleh kepolisian. Karena gank motor biasanya beraksi pada jam 1-2 pagi, ternyata betul, pas dijalan protokol, muncul  konvoi gank motor dengan meraung-raungkan suara motornya, mengacungkan samurai, dan memutar-mutar sabuk yang sudah dipasang gir sepeda, mereka  dikepung oleh kepolisian dengan dibantu oleh para anggota Club Motor yang ikut “ronda jalan” bersama aparat kepolisian. Beberapa Gank Motor diangkut oleh kepolisian sebagian lainnya pada kabur.

ane terus terang kaget juga mendengar cerita pengalaman dia, dulu rambut doi panjang dan gimbal ala Bob Marley sang pelantun tembang “No woman no Cry”, atau Mbah Surip Almarhum. Tapi kini rambut doi sudah dipotong pendek, karena doi sudah beristri dengan cewek yang dia dapatkan juga dari kegiatannya mengembara dengan scooter “butut”nya.(hahaha soo sweett.....)  Selain itu, karena pembinaan kepolisian, katanya sekarang scooteris ekstrem sudah mulai elegan. Sudah mulai menata penampilan dirinya, termasuk tampilan motor vespanya juga sudah tidak terlalu aneh-aneh lagi. Tapi dengan motor vespa “butut” itu dirinya paling tidak sudah merasakan pengalaman mengunjungi Bali hingga 3 Kali…Untuk motor setua itu, ane bener2 angkat jempol..!



cukup sampe sini dulu ya guys besok ane cari lagi dah cerita2 unik dibalik motor klasik see you....... tungguin ja ya cerita selanjutnya